Gerai Muslimah Kinanthi

Siapa Bilang Berbusana Muslimah Tidak Bisa Trendy?

Posted on: 29 Januari 2010

Menjadi seorang muslimah yang baik dan solehah, rasanya belum afdol bila tidak dibarengi dengan gaya berbusana yang menunjukkan identitas sebagai seorang muslim.

Memang kini sudah banyak muslimah yang mengenakan busana syar’i, tetapi lebih banyak lagi yang belum mengenakannya, terutama di kalangan kaum muda.

Dari sedemikian banyak alasan mengapa tidak mengenakan busana yang syar’i, maka alasan tidak nyaman dan takut terlihat kuno dan tua adalah alasan yang paling banyak dikemukakan dalam survey khusus mengenai busana muslim yang syar’i. Belum lagi menutup rapat semua aurat, bagi mereka dirasakan panas dan tidak nyaman. Alasan lebih mendalam dan lebih personal tentu ada dan tidak sedikit, tetapi alasan yang lebih general seperti takut terlihat kuno dan tua tadilah yang akan dibahas lebih lanjut disini.

Anggapan seperti yang dikemukakan diatas masih banyak dikemukakan oleh kaum perempuan yang yang terbilang masih berusia muda dan produktif. Kegiatan yang segudang dan keinginan untuk selalu tampil trendy dan mengikuti zaman begitu kental terpatri dalam benak mereka. Maka, pilihan untuk mengenakan busana muslimah yang syar’i adalah pilihan yang kesekian…. dan mereka pikir bisa ditunda. Walaupun mereka tahu dan mengerti bahwa sebagai seorang muslimah sudah seyogyanya mengenakan busana yang sopan dan menutup aurat. Tapi simpelnya, bagi mereka tidak ada busana muslimah yang “gue banget”.

Apakah benar seperti itu? Cobalah lebih perhatikan lagi baju-baju di department store, di mall-mall, atau di trade center terkemuka, kalau kita jeli, busana-busana muslim yang syar’i bisa diciptakan lewat busana-busana umum, bahkan sekarang di semua showroom Shafira yang notabene hanya menjual baju-baju muslim pun menyediakan busana-busana yang sesuai untuk mereka yang berjiwa muda, bahkan remaja. Para produsen dan peritel busana muslim, saat ini sudah banyak yang menyediakan busana-busana muslim yang sebenarnya bisa juga dipakai oleh mereka yang belum berbusana syar’i karena terlihat modern dan stylish. Hal ini secara tidak langsung mengubah pandangan dan anggapan mereka yang mengatakan bahwa busana yang syar’i itu modelnya kuno dan ketinggalan an.

Yang harus dimiliki adalah sedikit kreativitas dan kemampuan untuk memadu padankan item-item busana tersebut, istilah kerennya mix and match dan yang terpenting, syarat syar’i itu bisa terpenuhi. Jadi, seperti apakah busana muslimah stylish dan trendy itu?

Ambil contoh lose knitted dress sleeveless dengan potongan baby doll dan dengan panjang hampir mencapai lutut, mungkin orang lain akan mengenakannya sebagai dress mini yang seksi, tapi coba bila kita mengenakannya dengan celana panjang denim, dan kaos panjang di dalamnya, kita sudah ciptakan satu stel pakaian muslimah yang syar’i. Atau bisa juga melengkapi penampilan dengan mengenakan cardigan sebagai luaran yang dipadukan dengan gamis katun warna senada, gaya gamis stylish ini sudah sah dipakai muslimah berkerudung. Lalu bagaimana soal kenyamanan? Hal tersebut tergantung pada bahan yang digunakan, carilah yang dibuat dari bahan katun atau rayon.

Nah, buat kaum muda dan remaja, tidak usah ragu lagi dan tidak perlu takut terlihat kuno dalam balutan busana muslimah. Kita masih bisa mengekspresikan diri walaupun sudah mengenakan busana yang syar’i. Banggalah pada identitas muslimah. Mulailah berbusana sesuai syar’i selagi masih muda.

(Sumber: REPUBLIKA-DIALOG JUMAT-HAL 12-6 NOVEMBER 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Januari 2010
S S R K J S M
    Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

%d blogger menyukai ini: